Image and video hosting by TinyPic
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Selamat Jalan Ws Rendra..

Jumat, 07 Agustus 2009

INNALILLAHI WA INNAILLAIHI ROJIUN Turut berduka cita atas meninggalnya penyair kondang... seniman hebat..., WS RENDRA. Selamat jalan mas Willy... Karya-karyamu pasti akan selalu dihati kami, dan selalu memberi semangat bagi bangsa Indonesia. Alm. WS Rendra (lahir di Solo, 7 November 1935) meninggal dunia pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 sekitar pukul 22.00 wib karena sakit.

Foto diatas dari kiri ke kanan: Yockie Suryoprayogo, (alm) WS Rendra, Setiawan Djody, Iwan Fals dan Sawung Jabo. Dalam rangka konser Kantata Takwa 'Kesaksian' tahun 2003.
Alm. WS Rendra pernah bergabung dengan kelompok musik besar tanah air yaitu 'Kantata Takwa'. Beliau juga yang menulis sebagian besar syair-syair lagu kelompok Kantata Takwa. Salah satu lagu Kantata Takwa yang sangat populer adalah berjudul "Kesaksian" ditulis oleh almarhum, yang juga akrab dengan nama panggilan Willy. Lagu tersebut telah banyak membangkitkan semangat perjuangan melawan ketidak adilan. Pada album Iwan Fals di tahun 1986 yang berjudul Ethiopia, terdapat lagu berjudul Willy. Lagu tersebut didedikasikan Iwan Fals khusus untuk Rendra. by Fals Mania

[+/-] Selengkapnya...

Album Baru Iwan Fals 2009 - Untukmu Terkasih

Kamis, 06 Agustus 2009

Awal Juli 2009 menjadi jawaban atas pertanyaan para penggemar yang selalu menanyakan kapan Iwan Fals akan merilis album baru. Album terakhir Iwan Fals adalah album ‘kompromi dengan pasar’ berjudul 50:50 yang edar pada tahun 2007 dibawah label Musica Studios. Dan kini dibawah bendera Falcon Music, Iwan Fals merilis sebuah album baru berjudul ‘Untukmu Terkasih’. Namun jangan senang dahulu, album baru ini hanya berisi 2 buah lagu yaitu "Untukmu Terkasih" dan "Merdeka". Kedua lagu itu malah sudah dipasarkan kepada publik lewat konten download RBT bersamaan dengan launching situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id) pada 16 Agustus 2008 yang lalu. Lagu Untukmu Terkasih liriknya ditulis oleh Fajar Budiman dan lagunya dari Iwan Fals. Lagu ini kemudian semakin sering dinyanyikan dalam konser-konser Iwan Fals sejak awal 2009 baik di TV maupun open space. Khusus lagu ‘Merdeka’, itu malah sudah lama dinyanyikan seperti dalam penampilan Iwan Fals di sebuah stasiun TV pada tahun 1998. Dalam mini album ini, Iwan Fals membawakan secara akustik kedua lagu itu. Mengingatkan kita kepada 2 album sebelumnya yang juga dibawakan Iwan Fals full akustik yaitu album "Belum Ada Judul" dan album “Manusia 1/2 Dewa". Kedua lagu dalam mini album ini direkam di Fals Record (studio pribadi milik Iwan Fals) di Leuwinanggung. Sedangkan untuk proses mixing-nya dibantu oleh Heirrie Buchaeri pada pertengahan Desember 2008. Heirrie saat ini juga tergabung dalam Iwan Fals & Band sebagai pemain bass. Mini album ini diedarkan dalam 2 versi yaitu kaset dan CD. Harga keduanya relatif terjangkau dan dibawah harga rata-rata kaset dan CD yang beredar saat ini. Cukup masuk akal karena hanya berisi 2 lagu. Dalam versi kaset dijual dengan harga Rp.12.000 sedangkan untuk versi CD dijual dengan harga Rp.20.000 dan ditambah bonus berupa DVD video clip "Untukmu Terkasih". Sebuah video klip yang berkisah tentang penderitaan rakyat kecil, dan membawa pesan kepada kita agar membantu rakyat yang tidak mampu. Mini album ini diproduksi oleh PT.Merak Cipta Indokreasi dan bisa dibilang album Untukmu Terkasih dari Iwan Fals ini sudah lepas dari Musica Studios, label yang dominan menaungi Iwan Fals selama ini. Penjiwaan Iwan Fals di kedua lagu dalam album ini cukup baik. Iwan Fals terdengar fresh membawakan kedua lagu tersebut walaupun hanya diiringi dengan gitar akustik tanpa harmonika. Terlebih pada lagu Merdeka, Iwan Fals bernyanyi sangat emosional ditambah ritme lagu yang lumayan cepat. Diakhir lagu, Iwan Fals memekikkan kata Merdeka..! dengan penuh semangat. Mini album ini seperti menunggu dihadirkan pada momen bertepatan dengan suasana Pilpres dan menjelang peringatan HUT RI pada Agustus nanti. Dalam mini album ini, Iwan Fals kembali mengajak kita yang mampu untuk membantu minimal satu orang yang tidak mampu agar kemiskinan dapat sedikit teratasi. Pesan tersebut digambarkan lewat desain covernya dimana pada setiap bagian ditampilkan potret - potret kemiskinan yang terjadi di sekeliling kita. Foto-foto dalam cover album ini diambil oleh fotografer terkenal Darwis Triadi. Sayang, kehadiran album ini malah seperti menjadi album baru namun ‘basi’. Karena lagu-lagunya sudah terlalu sering didengarkan. Ada kekecewaan dari banyak penggemar, lagu baru Iwan Fals di album ini sudah didengar dimana-mana, video klipnya juga sering tayang di TV, bahkan versi mp3 bajakannya juga mudah didownload, namun albumnya malah baru sekarang beredar. Itupun hanya berisi dua lagu. Kehadiran album ini terkesan dipaksakan mengingat Iwan Fals sudah 2 tahun belum mengeluarkan album baru. Kekecewaan ini mengingatkan pada album lama Iwan Fals seperti album Mata Hati yang hanya berisi satu lagu baru. Juga pada album Anak Wayang yang hanya berisi 6 lagu, itupun Iwan Fals cuma bernyanyi penuh pada dua lagu dan selebihnya duet dan dinyanyikan oleh Sawung Jabo. Serta pada album Pemanjat yang hanya ada satu lagu yang dinyanyikan Iwan Fals. Dan ada satu pertanyaan juga, mengapa pada album baru Iwan Fals ini tidak sekalian diisi dengan lagu 'Negeri Yang Hilang' karya Bagoes A.A. Lagu itu sekarang malah sudah dijual dalam konten download ring back tone. Sepertinya Falcon sebagai label Iwan Fals yang baru berusaha menghindari pembajakan lewat strategi pemasaran dengan meluncurkan lagu dalam konten download dahulu, baru setelahnya lagu-lagu itu dijual dengan sistem dicicil dalam bentuk CD atau kaset dengan harga yang relatif murah. Mengamati ini, kami mengira selanjutnya akan hadir mini album-mini album Iwan Fals yang lain. Namun dibalik semua itu, kehadiran mini album Untukmu Terkasih ini sedikit mengobati kerinduan penggemar. Meskipun materi album bukan sesuatu yang baru, minimal album ini bisa menjadi koleksi. Harapan kami semoga mini album ini hanyalah 'pemanasan' dan menjadi penyemangat Iwan Fals dalam berkarya untuk menghasilkan sebuah album yang berisi lebih dari 2 lagu. Sudah tentu penggemar Iwan Fals sekarang sangat menanti-nanti kolaborasi Iwan Fals dan Slank yang santer dibicarakan. Dari majalah Rolling Stone Indonesia edisi Juli 2009, dikabarkan Iwan Fals dan Slank akan membuat album bersama dengan dua vokalis yaitu Iwan Fals dan Kaka. Kita tunggu saja. (Fendi Kurniawan & Syafiq Baktir) by Fals Mania

[+/-] Selengkapnya...

Konser Iwan Fals - CIKAL

Liputan Konser Bulanan Iwan Fals & Band Juli 2009 – CIKAL Sabtu, 25 Juli 2009, PT. Tiga Rambu (perusahaan milik Iwan Fals) kembali menggelar konser bulanan Iwan Fals & Band di Panggung Kita desa Leuwinanggung Cimanggis Depok. Konser kali ini memilih tema Cikal, yaitu nama anak kedua Iwan Fals yang juga menjadi salah satu judul album dan lagu Iwan yang edar tahun 1991. Tema ini dipilih berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2009. Konser yang disponsori sepeda motor TVS, majalah Rolling Stone Indonesia dan majalah Trax ini dimulai pukul 15.15 WIB. Kali ini tata panggung berlatar biru langit dan banyak sekali ornamen mainan anak-anak. Iwan Fals membuka konser sore itu dengan lagu Nak. Penonton sedikit terkejut ketika personil Iwan Fals & Band hanya terlihat 4 orang minus Sonata dan Cok Rampal. Iwan Fals menjelaskan kepada penonton bahwa Sonata sebagai lead gitar mundur karena ingin lebih fokus mengurusi bandnya sendiri yaitu KLAKI. Klaki adalah grup band yang khusus membawakan lagu-lagu daerah Bangka, daerah asal Sonata. Sedangkan Cok Rampal pemain mandolin/gitar dan juga musisi senior yang sering terlibat dalam pengerjaan album-album Iwan Fals ingin lebih fokus mengurusi galeri seninya. Setelah lagu Nak, Iwan Fals membawakan sebuah puisi yang merupakan pemenang Karyakita edisi Juli 2009. Beturut-turut lagu Siang Pelataran SD Sebuah Kampung dan Ujung Aspal Pondok Gede dibawakan. Hujan pun turun mengiring kedua lagu tersebut. "Wah hujan, gimana lanjut ?", tanya Iwan Fals yang dijawab “lanjut..!” oleh para penonton. "Nanti kalo masuk angin jangan salahain gue ya!", balas Iwan Fals. Iwan Fals meminta maaf kepada penonton karena selain Sonata dan Cok Rampal, salah satu kru Iwan Fals & Band yang memegang peranan sangat penting yaitu Ayub mengundurkan diri juga. Posisi Ayub sangat penting karena memegang monitor kontrol suara dan teknisi peralatan. Oleh sebab itu andaikata ada suara yang tidak enak mohon dimaafkan ujar Iwan Fals. Irama reggae kemudian mengalun menjadi intro lagu Mereka Ada Di Jalan. Kekosongan distorsi gitar dari Sonata dan Cok Rampal diisi oleh permainan harmonika Iwan Fals dan keyboard dari Edi Daromi. "Banyak lagu anak yang saya buat hanya melihat dari sisi gelapnya saja, tolong dimaafkan karena saya tidak bisa membuat lagu anak dari sisi terangnya…", ujar Iwan Fals mengawali lagu Potret. "Sudah banyak anak-anak yang mati dijalanan, termasuk yang tumbuh besar di lokalisasi dan menjual tubuh ibunya…", tambah Iwan Fals sebelum lagu Gali Gongli di bawakan. Yang menarik, ketika Iwan Fals membawakan lagu Sunatan Masal, pemain keyboard Edi Daromi yang juga tergabung di band Elpamas menjadi bahan candaan di antara mereka dikarenakan dia waktu kecil ikut di khitan secara masal. Di lagu inilah penonton mulai bisa bergoyang lepas setelah 6 lagu awal hanya berjoget biasa karena lagu yang dibawakan termasuk lagu-lagu dengan irama lamban. Bintang tamu yang tampil pertama adalah Imaniar. Bersama Iwan Fals, Imaniar membawakan lagu Siang Seberang Istana, Senandung Istri Bromocorah, serta lagu Imaniar sendiri berjudul Kacau dan Ironi. Di Lagu Siang Seberang Istana Imaniar memainkan saxophone, sedang dilagu Kacau, Iwan Fals diajak nge-rap oleh Imaniar. Ketika Iwan Fals nge-rap penonton bertepuk tangan dan terbahak-bahak. "Wah, kacau tapi asyik kan?", celetuk Iwan Fals. Setelah itu lagu Untuk Yani, Kaum Urbanis dan Na Na Na Na dibawakan. Di lagu Untuk Yani terasa sekali kekosongan yang ditinggalkan Sonata dan Cok Rampal. Iwan Fals memainkan harmonikanya untuk mengganti melody yang biasa diisi oleh Sonata dan Cok Rampal. Permainan musik terasa kurang menggigit karena tidak adanya distorsi gitar yang biasanya meraung-raung. Tapi bagi sebagian penonton mereka tetap merasa enjoy karena yang penting Iwan Fals yang nyanyi. Setelah Imaniar, kemudian tampil grup band Letto mendampingi Iwan Fals membawakan lagu Sore Tugu Pancoran, serta lagu Letto berjudul Sandaran Hati, Sampai Nanti... Sampai Mati dan Lubang di Hati. Di tengah lagu Sore Tugu Pancoran, Noe (vokalis Letto) membacakan sebuah puisi karya ayahnya, Emha Ainun Najib yang berjudul "Kemana Anak-Anak Itu ?". "Sudah Magrib ya ?", tanya Iwan Fals. "Belum ......", jawab penonton. "Kita wajib ya menjaga mainan agar tidak punah, agar anak cucu kita masih mengenal mainan dan tidak tergantikan oleh televesi dan permainan-permainan modern....", kata Iwan Fals sebelum membawakan lagu berjudul Lagu Enam yang diambil dari album Hijau. Akhirnya tiba di penghujung acara. Konser yang kali ini tidak penuh penonton ditutup dengan lagu Cikal yang merupakan puisi putri Iwan ketika waktu kecil. Yang menarik, di lagu ini pemain bass kidal Heirrie Buchaery memainkan gitar akustik dengan tangan kanan. Menarik juga permainan gitar Heiriie Buchaeri yang tidak biasa terlihat. "Insya Allah, jika izin keluar dari TMII (Taman Mini Indonesia Indah-red), Panggung Kita akan diadakan tanggal 15 atau 16 Agustus 2009 bertepatan dengan Jambore OI yang sekaligus memperingati hari jadi OI yang ke-10, mudah-mudahan izinnya keluar karena panitia dari OI sudah bekerja keras mewujudkan semua itu. Terima Kasih .. Sampai Jumpa Lagi !!!", ujar Iwan Fals menutup konser ketika Magrib menjelang. (fk/sb) -------------------------------------- Konser Iwan Fals & Band “CIKAL” Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok Hari/Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2009 Jam: 15.15 WIB Bintang Tamu: Imaniar & Letto -------------------------------------- Daftar Lagu: 1. Nak 2. Siang Pelataran SD Sebuah Kampung 3. Ujung Aspal Pondok Gede 4. Mereka Ada di Jalan 5. Potret 6. Gali Gongli 7. Sunatan Masal 8. Siang Seberang Istana (feat. Imaniar) 9. Senandung Istri Bromocorah (feat. Imaniar) 10. Kacau (Imaniar feat. Iwan Fals) 11. Ironi (Imaniar feat. Iwan Fals) 12. Untuk Yani 13. Kaum Urbanis 14. Na Na Na Na 15. Sore Tugu Pancoran (feat. Letto) 16. Sandaran Hati (Letto feat. Iwan Fals) 17. Sampai Nanti... Sampai Mati (Letto feat. Iwan Fals) 18. Lubang di Hati (Letto feat. Iwan Fals) 19. Lagu Enam 20. Cikal -------------------------------------- Iwan Fals & Band (formasi Juli 2009): Iwan Fals : gitar akustik, harmonika, vocal Edi Daromi : keyboard, backing vokal Heirrie Buchaery : bass, gitar akustik, drum elektrik, backing vokal Deni Kurniawan : drum, gitar akustik, backing vokal -------------------------------------- by Fals Mania

[+/-] Selengkapnya...

Selamat Jalan Mbah Surip

INNALILLAHI WA INNAILLAIHI ROJIUN Turut berduka cita atas meninggalnya Mbah Surip. Beliau adalah penyanyi yang istimewa, yang mampu mewarnai musik Indonesia dengan karya-karya sederhana. Selamat jalan Mbah... karya-karyamu pasti akan kami kenang sepanjang masa.. (Mbah Surip meninggal dunia pada hari Selasa, 4 Agustus 2009 pukul 10.30 wib di Jakarta.) by Fals Mania

[+/-] Selengkapnya...

KaryaKita Periode 2 – 9 Agustus 2009 Tema “Indonesia Bersatu”

Apa sumbanganmu untuk Tanah Air Indonesia? Ceritakan caramu membuat Indonesia menjadi tempat yang lebih baik.
1. Karya harus orisinil. 2. Karya berupa cerita pendek non-fiksi. 3. Diketik dalam kertas ukuran A4, maksimal 250 kata. 4. Pengiriman KaryaKita (hanya melalui email) ke karyakita@hotmail.com, dengan subject: INDONESIA BERSATU. Silahkan mulai mengirimkan karya pada tanggal 2 Agustus 2009 jam 00.00. Terakhir penerimaan karya tanggal 9 Agustus 2009 jam 23.59. 5. Cantumkan data diri: a) Nama, b) Alamat tinggal beserta kode pos, c) No. telepon dan handphone yang dapat dihubungi, d) Pendidikan / Pekerjaan. 6. Semua karya yang masuk akan menjadi milik Tiga Rambu. 7. Akan dipilih 20 nominasi terbaik dan akan dipamerkan di Konser "INTROSPEKSI" Iwan Fals tanggal 16 Agustus 2009. 8. Hadiah: a) Setiap nominator diberikan Pin Nominator yang khusus dibuat 20 buah, tidak diperjualbelikan. b) 10 Terbaik akan mendapat tiket gratis menonton Konser Bulanan Iwan Fals bulan September 2009. c) Dari 10 Terbaik tersebut, dipilih 3 Terfavorit yang akan mendapatkan merchandise eksklusif Tiga Rambu yang ditandatangani oleh Iwan Fals! by iwanfals.co.id

[+/-] Selengkapnya...

Jambore Nasional Oi & Konser Untuk Indonesia

Rabu, 05 Agustus 2009

10 TAHUN Oi & 64 TAHUN INDONESIA JAMBORE NASIONAL Oi & KONSER UNTUK INDONESIA Tema: “ Hidup Bersama Harus Dijaga “ Hari : Sabtu –Minggu Tanggal : 15 – 16 Agustus 2009 Lokasi Jambore : Taman Bunga Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah Lokasi Konser : Stage Taman Archipelago Taman Mini Indonesia Indah Penyelenggara : Badan Pengurus Pusat Oi Divisi Event Organizer (OieO-Karya Orang Indonesia) Panitia Teknis : Badan Pengurus Kota Oi Jakarta Timur Peserta : Anggota Oi se-Indonesia, Simpatisan, Undangan & Umum. Agenda Acara :

  • Pertandingan Futsal Mini
  • Pentas Seni Tradisional

  • Parade Musik Oi

  • Workshop Pelatihan Kompetensi Perbengkelan, Sablon, Teater, Klinik Musik, Dll

  • Diskusi Opini Oi

  • Fun games

  • Outbond, seperti fly fox, dll.

  • Potong Tumpeng

  • Lukisan 64 “Indonesia Masih Ada

  • Deklarasi program dari Oi “Orang Indonesia Cinta Indonesia”

  • Opera Orang Indonesia

  • Konser Musik Untuk Indonesia

  • Menampilkan performance musik dari beberapa artis/musisi/seniman besar seperti Iwan Fals, Sawung Jabo (confirm), Digo, Neps, dll.

  • Sebagai penutup akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Doa untuk Indonesia.

Panitia 10 TAHUN Oi & 64 TAHUN INDONESIA Badan Pengurus Pusat Oi Divisi Even Organizer (OieO) Jl. H. Ali No.26 Kampung Tengah – Kramat Jati, Jakarta Timur 13540 Telp. 021-809 6608 Fax : 021-809 6608 Web Site : www.ormas-oi.org Email : oi_pusat@yahoo.com by oijaktim.co.cc

[+/-] Selengkapnya...

 
http://iwanfalsmania.blogspot.com